Jumat, 23 Agustus 2013

FAKTA – FAKTA MENGERIKAN TERKAIT SAMPAH


Ditemukan: Pulau Sampah Di Samudra Pasifik (The Great Pacific Garbage Patch) 
        Pernah dengar tentang pulau sampah?  Di Laut Atlantik Utara ditemukan sampah raksasa yang tersusun dari ribuan keping plastik. Ukuran sampah itu bisa membentang dari Hawaii hingga California.
      
                                   
        Keberadaan Sampah Pasifik telah diperkirakan sebelumnya dalam tulisan yang diterbitkan oleh Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) dari Amerika Serikat pada 1988 . Prediksi ini didasarkan pada hasil yang diperoleh oleh para peneliti berbasis Alaska antara tahun 1985 dan 1988 yang mengukur neustonic plastik di Samudra Pasifik Utara. Penelitian ini menemukan puing konsentrasi tinggi laut terakumulasi di daerah diatur oleh arus laut. Ekstrapolasi dari temuan di Laut Jepang , para peneliti berhipotesis bahwa kondisi yang sama akan terjadi di bagian lain dari Pasifik

        Great Pacific Garbage Patch terbentuk secara bertahap sebagai akibat dari pencemaran laut yang disebabkan oleh arus samudera . Sampah sebagian besar berasal dari daratan atau dari kapal-kapal yang membuang sampahnya di lautan lepas. Diperkirakan, sampah yang berasal dari daratan sekitar 80% sedangkan 20% berasal dari kapal-kapal. The Great Pacific Garbage Patch memiliki salah satu tingkat tertinggi yang dikenal dari plastik partikulat tersuspensi di atas permukaan air. Diperkirakan Ada 44 juta kilogram sampah plastik yang kini terapung di Samudera Pasifik.

v  1.700 mil massa sampah plastik berada di tengah Pasifik Utara dan searah jarum jam bergerak perlahan dari arus laut berbentuk spiral.

100.000 mamalia laut setiap tahun seperti kura-kura laut, anjing laut dan burung mernjadi korban kematian terkait sampah plastik karena mereka mengkonsumsi atau terjebak dalam limbah tersebut. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.

v  Sampah menyebabkan polusi air tawar. Saat ini, kita bisa mendapatkan sekitar 1 miliar 300 juta kilometer kubik air tawar dan air laut diatas bumi ini. Tetapi, kita hanya dapat memanfaatkan sebanyak 2,5 persen saja, atau sekitar 35 juta kilometer kubik dalam bentuk air tawar. Dengan kata lain, sebanyak 97 persen air yang ada dipermukaan bumi adalah air laut yang tidak dapat diminum. Masalah polusi air tawar yang semakin serius lebih memperparah kondisi kekurangan air saat ini. Sekarang sekitar 1 miliar 200 juta orang diseluruh dunia, atau 1 per 5 dari jumlah populasi dunia, menghadapi masalah kekurangan air. Dibeberapa negara, kekurangan air sering menimbulkan yang konflik serius.

v  Dari data KLH 2007 menunjukkan, volume timbunan sampah di 194 kabupaten dan kota di Indonesia mencapai 666 juta liter atau setara 42 juta kilogram. Berdasarkan produksi sampah perorang yaitu 800 gram perhari dan dengan 220 juta jumlah penduduk maka diperkirakan jumlah timbunan sampah nasional mencapai 176 ribu ton perhari.
v  Di Jakarta saja, Bapedalda menghitung ada 25.700 m3 sampah setiap hari sejak tahun 2000. Kalau digundukin, setiap tahun berdiri 170 Candi Borobudur berbahan sampah!

Kerugian Akibat Sampah di DKI Rp800 Miliar per Tahun total kerugian itu dihitung dari biaya yang dikeluarkan masyarakat yang mesti membeli air karena sampah yang mencemari sumber air bersih di Ibukota. Lalu biaya rumah sakit akibat polusi yang ditimbulkan dari polusi sampah dan juga sanitasi yang memburuk, juga mesti ditanggung warga DKI. Akibatnya, produktivitas kerja warga juga berkurang sehingga pendapatan pun terpotong . Selain itu hasil penelitian Universitas Indonesia, air tanah dangkal di DKI Jakarta sekitar 80 hingga 90 persen tercemar bakteri Escherichia coli (-Coli).
v  volume sampah di Kota Bogor mengalami peningkatan sebesar 2.224 meter kubik per hari atau naik sekitar 0,63 persen tahun ini.  Sehingga setiap hari sekitar 600 ton sampah diangkut dari Kota Bogor.

Sampah Minuman Kemasan
ü Salah satu penyumbang sampah terbesar adalah minuman air mineral. Di Amerika saja, menurut RW Beck sampah botol plastik yang di daur ulang hanya 12 % atau 40 juta botol perhari. Sisanya berakhir ditempat lain.

ü sekarang sekitar 2,7 juta ton plastik digunakan untuk botol air setiap tahun diseluruh dunia yang berkontribusi sekitar 2,5 % dari konsumsi minyak bumi dunia untuk pengolahan plastik tersebut

ü Menurut penelitian Bottled Water Alliance Australia, dalam setahun Australia menyumbang 60.000 ton gas rumah kaca hanya untuk mengkonsumsi air mineral botolan. Hal ini setara dengan memproduksi 13.000 buah mobil selama setahun.

ü Botol plastik atau kemasan plastik untuk kopi, makanan ringan yang hanya digunakan selama 20 menit bisa membunuh burung-burung, ikan dan binatang laut yang tak terhitung jumlahnya selama beberapa dekade.

ü Menurut penelitian FIJI Water, jejak senyawa karbon mulai dari proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen adalah :
-          302 gram CO2 eq untuk botol isi 0.5 Liter
-          2. 573 gram CO2eq untuk botol isi  1    Liter
-          801 gram CO2eq untuk botol isi 1.5 Liter

SAMPAH ELEKTRONIK
  • Data produsen elektronik mengungkapkan bahwa angka daur ulang mereka sangat rendah. Para produsen perangkat keras computer (PC) hanya melakukan  8,8 - 12,4 persen daur ulang. Sedangkan tingkat daur ulang produsen ponsel lebih rendah lagi, yakni hanya sekitar 2 - 3 persen.
  • Berdasarkan data UNEP, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Lingkungan, sampah elektronik meningkat sebanyak 40 juta ton per tahun. Diantaranya adalah sampah komputer bekas  yang  melonjak dibandingkan tahun 2007  dari 200 persen ke 400 persen di Afrika Selatan dan Cina, bahkan di India melambung hingga 500 persen.

  • Studi yang dipublikasikan Jurnal Lingkungan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyebutkan setiap tahunnya negara berkembang membuang 200 - 300 juta sampah  perangkat komputer . Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga mencapai angka 400 - 700 juta sampah komputer pada tahun 2030. Penyebabnya adalah meningkatnya kepemillikan komputer dan peralatan elektronik lainnya. Pada saat yang sama, penemuan-penemuan baru di bidang teknologi terus berkembang, membuat masyarakat ingin memilikinya dan menyingkirkan barang elektronik yang masih dapat digunakan.
    • Semua barang elektronik diproduksi dengan design for obselency or design for the dump atau dirancang untuk CEPAT usang lalu dibuang.
    • Material yang digunakanpun  sebagian besar berbahaya  (tantalum=blood mineral), terbuat dari bahan tahan api (BFR), anti lengket  yang karsinogenik. Untuk memisah-misahkannnyapun dibutuhkan bahan kimia tertentu. Bahan-bahan berbahaya ini dapat meracuni manusia dan merusak sistem saraf otak, serta menyebabkan cacat bawaan, merusak sistem saraf, menganggu sistem peredaran darah dan ginjal. Jadi jangan asal buang atau menimbun begitu saja
    • Indonesia mengimpor beberapa komponen elektronik bekas (e-waste) dari luar negeri (terutama Amerika Serikat) untuk dirakit menjadi produk baru lalu di ekspor. Ternyata dalam Basel Convention, komponen bekas ( e-waste ) yang dikirim ke Indonesia itu termasuk dalam “daftar barang haram” (berbahaya).
    • Menurut data UNEP 2005, tiap tahunnya produk elektronik yang terbuat dari e-wastes mencapai angka 20 - 50 juta ton di seluruh dunia.


Sampah Plastik
Ø  Tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!) Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis  oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.

Ø  Sampah plastic dapat menyebabkan perubahan iklim karena sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.

Ø  Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang,  dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Ø  Kantong plastik penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Ø  Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.

Ø  Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Ø  Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.
Ø  Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.

Ø  Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali.

Ø  Plastik pada bahan styrofoam tersusun dari polimer, yakni rantai panjang dari satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer (bahan-bahan pembentuk plastik). Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine maupun feses (kotoran). Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.

APA YANG BISA KITA LAKUKAN ?
1.      Lakukan 4R
a.      Replace (Ganti dengan barang ramah lingkungan)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
b.      Reduce (Kurangi Sampah!)
Coba cara-cara ini :
-       Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja.
-       Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis.
-       Membawa minum sendiri
-       Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama
c.       Re-use (Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!)
Coba cara-cara ini :
1. Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah. 
2. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus. 
3.Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan,  perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.
d. Recycle (Daur Ulang Sampah!)
        Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus.  Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini :
  • Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang. 
  • Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang. 
  • Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.  
5. Jangan bakar sampah sembarangan!
       Mengapa? Karena sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman. Bahan seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan dari plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila dibakar! Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah organik yang dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari kerumunan orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran.
7. Tidak membuang sampah sembarangan.
8. Tidak berperilaku konsumtif. Beli barang-barang yang memang dibutuhkan bukan atas dasar keinginan semata lalu dibuang,
9.  Rawat barang-barang yang kita punya dan pergunakan barang-barang itu dan gunakan sampai aus (tidak dapat digunakan kembali)
10. Menurut mu apalagi yang bisa dilakukan?


(Tindakan sekecil apapun akan berdampak pada kehidupan masa kini dan masa depan..... )

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah... ngeriiii...

Posting Komentar

Silahkan memberi saran dan kritik yang bermanfaat dan beradab ya... Jazakillah