v Ditemukan:
Pulau Sampah Di Samudra Pasifik (The Great Pacific Garbage Patch)
Pernah dengar tentang pulau sampah? Di Laut Atlantik Utara
ditemukan sampah raksasa yang tersusun dari ribuan keping plastik. Ukuran
sampah itu bisa membentang dari Hawaii hingga California.
Keberadaan Sampah Pasifik telah diperkirakan sebelumnya dalam tulisan
yang diterbitkan oleh Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) dari
Amerika Serikat pada 1988 . Prediksi ini didasarkan pada hasil yang diperoleh
oleh para peneliti berbasis Alaska antara tahun 1985 dan 1988 yang mengukur
neustonic plastik di Samudra Pasifik Utara. Penelitian ini menemukan puing
konsentrasi tinggi laut terakumulasi di daerah diatur oleh arus laut.
Ekstrapolasi dari temuan di Laut Jepang , para peneliti berhipotesis bahwa
kondisi yang sama akan terjadi di bagian lain dari Pasifik
Great Pacific Garbage Patch terbentuk secara
bertahap sebagai akibat dari pencemaran laut yang disebabkan oleh arus samudera
. Sampah sebagian besar berasal dari daratan atau dari kapal-kapal yang
membuang sampahnya di lautan lepas. Diperkirakan, sampah yang berasal dari
daratan sekitar 80% sedangkan 20% berasal dari kapal-kapal. The Great
Pacific Garbage Patch memiliki salah satu tingkat tertinggi yang dikenal dari
plastik partikulat tersuspensi di atas permukaan air. Diperkirakan Ada 44
juta kilogram sampah plastik yang kini terapung di Samudera Pasifik.
v 1.700 mil
massa sampah plastik berada di tengah Pasifik Utara dan searah jarum jam
bergerak perlahan dari arus laut berbentuk spiral.
v 100.000
mamalia laut setiap tahun seperti kura-kura laut, anjing laut dan burung
mernjadi korban kematian terkait sampah plastik karena mereka
mengkonsumsi atau terjebak dalam limbah tersebut. Parahnya lagi, setelah badan
hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.
v Sampah
menyebabkan polusi air tawar. Saat ini, kita bisa mendapatkan sekitar 1 miliar
300 juta kilometer kubik air tawar dan air laut diatas bumi ini. Tetapi, kita
hanya dapat memanfaatkan sebanyak 2,5 persen saja, atau sekitar 35 juta
kilometer kubik dalam bentuk air tawar. Dengan kata lain, sebanyak 97 persen
air yang ada dipermukaan bumi adalah air laut yang tidak dapat diminum. Masalah
polusi air tawar yang semakin serius lebih memperparah kondisi kekurangan air
saat ini. Sekarang sekitar 1 miliar 200 juta orang diseluruh dunia, atau 1
per 5 dari jumlah populasi dunia, menghadapi masalah kekurangan air.
Dibeberapa negara, kekurangan air sering menimbulkan yang konflik serius.
v Dari data
KLH 2007 menunjukkan, volume timbunan sampah di 194 kabupaten dan kota di
Indonesia mencapai 666 juta liter atau setara 42 juta kilogram. Berdasarkan
produksi sampah perorang yaitu 800 gram perhari dan dengan 220 juta jumlah
penduduk maka diperkirakan jumlah timbunan sampah nasional mencapai 176 ribu
ton perhari.
v Di Jakarta
saja, Bapedalda menghitung ada 25.700 m3 sampah setiap hari sejak tahun 2000.
Kalau digundukin, setiap tahun berdiri 170 Candi Borobudur berbahan
sampah!
v Kerugian
Akibat Sampah di DKI Rp800 Miliar per Tahun total kerugian itu dihitung
dari biaya yang dikeluarkan masyarakat yang mesti membeli air karena sampah
yang mencemari sumber air bersih di Ibukota. Lalu biaya rumah sakit akibat
polusi yang ditimbulkan dari polusi sampah dan juga sanitasi yang memburuk,
juga mesti ditanggung warga DKI. Akibatnya, produktivitas kerja warga juga
berkurang sehingga pendapatan pun terpotong . Selain itu hasil penelitian
Universitas Indonesia, air tanah dangkal di DKI Jakarta sekitar 80 hingga 90
persen tercemar bakteri Escherichia coli (-Coli).
v volume
sampah di Kota Bogor mengalami peningkatan sebesar 2.224 meter kubik per hari
atau naik sekitar 0,63 persen tahun ini. Sehingga setiap hari sekitar
600 ton sampah diangkut dari Kota Bogor.
Sampah Minuman
Kemasan
ü Salah satu
penyumbang sampah terbesar adalah minuman air mineral. Di Amerika saja, menurut
RW Beck sampah botol plastik yang di daur ulang hanya 12 % atau 40 juta
botol perhari. Sisanya berakhir ditempat lain.
ü sekarang sekitar 2,7
juta ton plastik digunakan untuk botol air setiap tahun diseluruh dunia
yang berkontribusi sekitar 2,5 % dari konsumsi minyak bumi dunia untuk
pengolahan plastik tersebut.
ü Menurut
penelitian Bottled Water Alliance Australia, dalam setahun Australia menyumbang
60.000 ton gas rumah kaca hanya untuk mengkonsumsi air mineral botolan. Hal
ini setara dengan memproduksi 13.000 buah mobil selama setahun.
ü Botol plastik
atau kemasan plastik untuk kopi, makanan ringan yang hanya digunakan selama 20
menit bisa membunuh burung-burung, ikan dan binatang laut yang tak terhitung
jumlahnya selama beberapa dekade.
ü Menurut
penelitian FIJI Water, jejak senyawa karbon mulai dari proses produksi hingga
sampai ke tangan konsumen adalah :
-
302 gram CO2 eq untuk botol isi 0.5 Liter
-
2. 573 gram CO2eq untuk botol isi 1 Liter
-
801 gram CO2eq untuk botol isi 1.5 Liter
SAMPAH ELEKTRONIK
- Data produsen elektronik mengungkapkan
bahwa angka daur ulang mereka sangat rendah. Para produsen perangkat
keras computer (PC) hanya melakukan 8,8 - 12,4 persen daur ulang.
Sedangkan tingkat daur ulang produsen ponsel lebih rendah lagi, yakni hanya
sekitar 2 - 3 persen.
- Berdasarkan data UNEP, Badan
Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Lingkungan, sampah elektronik
meningkat sebanyak 40 juta ton per tahun. Diantaranya adalah sampah
komputer bekas yang melonjak dibandingkan tahun 2007
dari 200 persen ke 400 persen di Afrika Selatan dan Cina, bahkan di
India melambung hingga 500 persen.
- Studi yang dipublikasikan Jurnal
Lingkungan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyebutkan setiap tahunnya
negara berkembang membuang 200 - 300 juta sampah perangkat komputer
. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga mencapai angka 400 - 700
juta sampah komputer pada tahun 2030. Penyebabnya adalah meningkatnya
kepemillikan komputer dan peralatan elektronik lainnya. Pada saat yang
sama, penemuan-penemuan baru di bidang teknologi terus berkembang, membuat
masyarakat ingin memilikinya dan menyingkirkan barang elektronik yang
masih dapat digunakan.
- Semua barang
elektronik diproduksi dengan design for obselency or design for the
dump atau dirancang untuk CEPAT usang lalu dibuang.
- Material yang digunakanpun sebagian besar berbahaya
(tantalum=blood mineral), terbuat dari bahan tahan api (BFR), anti
lengket yang karsinogenik. Untuk memisah-misahkannnyapun dibutuhkan
bahan kimia tertentu. Bahan-bahan berbahaya ini dapat meracuni manusia
dan merusak sistem saraf otak, serta menyebabkan cacat bawaan, merusak
sistem saraf, menganggu sistem peredaran darah dan ginjal. Jadi jangan
asal buang atau menimbun begitu saja
- Indonesia
mengimpor beberapa komponen elektronik bekas (e-waste) dari luar negeri
(terutama Amerika Serikat) untuk dirakit menjadi produk baru lalu di
ekspor. Ternyata dalam Basel Convention, komponen bekas ( e-waste )
yang dikirim ke Indonesia itu termasuk dalam “daftar barang haram”
(berbahaya).
- Menurut data
UNEP 2005, tiap tahunnya produk elektronik yang terbuat dari e-wastes
mencapai angka 20 - 50 juta ton di seluruh dunia.
Sampah Plastik
Ø Tahukah
anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik
digunakan di seluruh dunia. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat
membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda
bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di
bumi kita ini. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik
setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!) Lebih dari 17
milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di
seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak
masuknya supermarket di kota-kota besar.
Ø Sampah
plastic dapat menyebabkan perubahan iklim karena sejak proses produksi
hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke
atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak
dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat
energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik
mengeluarkan gas rumah kaca.
Ø Plastik
sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah
plastik yang dibuang, dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik
dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.
Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel
plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Ø Kantong
plastik penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul.
Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Ø Walaupun
murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak
bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di
Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong
plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena
kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di
tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.
Ø Membakar
sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang
kita hirup. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun
yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna,
plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya
bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis,
pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Ø Plastik
tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan
pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan
gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers
bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih
panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan
pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.
Ø Kantong
plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat
karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan
kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang
dibungkusnya dan menjadi racun.
Ø Sampah
plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton.
Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai
sepuluh kali.
Ø Plastik
pada bahan styrofoam tersusun dari polimer, yakni rantai panjang dari
satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer (bahan-bahan pembentuk
plastik). Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat
berpindah ke dalam makanan dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang
mengonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak
larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine
maupun feses (kotoran). Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik
di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.
APA YANG BISA KITA
LAKUKAN ?
1.
Lakukan 4R
a.
Replace (Ganti dengan barang ramah lingkungan)
Teliti barang yang
kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai
dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai
barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita
dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua
bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
b.
Reduce (Kurangi Sampah!)
Coba cara-cara ini
:
-
Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus
barang belanja.
-
Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru
setiap kali habis.
-
Membawa minum sendiri
-
Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar
daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama
c.
Re-use (Gunakan sisa sampah yang masih bisa
dipakai!)
Coba cara-cara ini
:
1. Memanfaatkan
botol-botol bekas untuk wadah.
2. Memanfaatkan
kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus.
3.Memanfaatkan
pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih
(lap), maupun berbagai keperluan lainnya.
d. Recycle (Daur Ulang Sampah!)
Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan
penanganan khusus. Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini :
- Mengumpulkan kertas, majalah, dan
surat kabar bekas untuk di daur ulang.
- Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau
botol gelas untuk di daur ulang.
- Menggunakan berbagai produk kertas
maupun barang lainnya hasil daur ulang.
5. Jangan bakar
sampah sembarangan!
Mengapa? Karena sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman.
Bahan seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan
dari plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila
dibakar! Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah
organik yang dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari
kerumunan orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran.
7. Tidak membuang
sampah sembarangan.
8. Tidak
berperilaku konsumtif. Beli barang-barang
yang memang dibutuhkan bukan atas dasar keinginan semata lalu dibuang,
9. Rawat barang-barang yang kita punya dan pergunakan
barang-barang itu dan gunakan sampai aus (tidak dapat digunakan
kembali)
10. Menurut mu apalagi yang bisa dilakukan?
(Tindakan sekecil
apapun akan berdampak pada kehidupan masa kini dan masa depan..... )

1 komentar:
Wah... ngeriiii...
Posting Komentar
Silahkan memberi saran dan kritik yang bermanfaat dan beradab ya... Jazakillah